Indonesia – Gelandang muda Serbia Marko Grujic siap menandakan kemampuannya di Liverpool musim depan. Dia berkeinginan mencuri perhatian Manajer Jurgen Klopp.
Liverpool menang 4-0 atas Tranmere Rovers dalam laga uji coba., Kamis (13/7/2017). Dalam laga itu, Grujic tampil selama 45 menit dan mendonasikan satu gol.
“Seperti musim lalu, saya mencetak gol di laga pertama kami. Berbahagia dapat mencetak gol, melainkan ada banyak pekerjaan di depan kami. Saya mengawali dengan benar-benar hebat di pramusim sebelumnya dan kemudian saya mengalami dua cedera yang sungguh-sungguh buruk di tahun baru,” kata Grujic di Soccerway.
Grujic musim lalu cuma dapat lima kali membela Liverpool. Pemain 21 tahun itu kemudian mengalami cedera parah dikala pertengahan musim
Simak berita bola terupdate dan terlengkap di www.beritaboladunia.net
“Saya banyak bekerja untuk kembali dan kemudian saya merasa sungguh-sungguh baik, tubuhku dan segalanya. Saya dapat mengatakan bahwa ini adalah tahun yang baik bagiku secara pribadi, sebab saya berkembang dengan sungguh-sungguh baik dan saya mempersiapkan diri untuk musim keduaku, yang sepatutnya jauh lebih baik.”
“Dari sudut pandangku, saya kini jauh lebih baik daripada dikala pertama datang ke Liverpool, baik secara jasmani dan sepak bola juga. Saya akan mencoba menunjukkannya sesegera mungkin dalam beberapa laga selanjutnya dan menunjukkan kepada semua anggota staf bahwa saya siap berada di skuat dan dapat membantu tim menempuh beberapa hal baik,” Grujic menambahkan.
Friday, 14 July 2017
CHealsea menguntungkan jual beli pemain
Indonesia – Keberhasilan Chelsea dalam memasarkan pemain-pemainnya dengan harga tinggi tak terlepas dari peran wanita cantik asal Rusia, Marina Granovskaia. Wanita yang termasuk jajaran direktur Chelsea itu yakni negosiator terbaik di Premier League dikala ini. Dia menjadi otak di balik bermacam kesepakatan menguntungkan untuk Chelsea dalam hal jual-beli pemain. Salah satu umpamanya yakni transfer Oscar ke Tiongkok.
Granovskaia sukses membuat Shanghai SIPG mengeluarkan 60 juta untuk mengangkut pemain Brasil itu ke Tiongkok. Meskipun, pada musim terakhirnya bersama The Blues, dia cuma tampil sembilan kali tanpa mencetak satu gol pun. Harga Oscar dikala itu juga ditaksir cuma sebesar 35 juta pounds.
simak juga berita terlengkap di www.beritaboladunia.net
Seperti pula dikala Chelsea memasarkan Ramires ke klub Tiongkok lainnya, Jiangsu Suning. Chelsea menerima dana hampir 30 juta pounds untuk mantan pemain Cruzeiro hal yang demikian. Meskipun, Jiangsu bisa menerima Ramires dengan harga lima juta lebih murah.
Tidak berhenti di situ, pesona wanita cantik asal Rusia hal yang demikian cakap meluluhkan Everton dan PSG. The Toffees dipaksa membayar 35 juta pounds untuk Romelu Lukaku, meskipun Les Parisiens menyerahkan uang 50 juta pounds untuk David Luiz.
Terakhir, pada 1 Juli silam, Chelsea meraup untung besar dikala melepas Nathan Ake dan Asmir Begovic ke Bournemouth. Ake pun menjadi rekor pembelian termahal Bournemouth sepanjang sejarah. Pemain berusia 22 tahun hal yang demikian dilepas dengan harga 20 juta pounds, sementara Begovic dibanderol 10 juta pounds.
Harga Ake terang terlalu tinggi untuk ukuran pemain yang cuma tampil dua kali sepanjang musim tanpa ada gol yang dicetak. Begitupun dengan Begovic yang selalu kemasukan dalam dua pertandingan di musim terakhirnya bersama Chelsea.
Sekarang, kelihaian Granovskaia kembali dinantikan dalam cara kerja transfer Nemanja Matic. Apabila sukses memasarkan gelandang bertahan itu dengan harga di atas 40 juta pounds, tangan kanan Roman Abramovic hal yang demikian akan semakin menegaskan dirinya sebagai ratu perundingan di Premier League.
Granovskaia sukses membuat Shanghai SIPG mengeluarkan 60 juta untuk mengangkut pemain Brasil itu ke Tiongkok. Meskipun, pada musim terakhirnya bersama The Blues, dia cuma tampil sembilan kali tanpa mencetak satu gol pun. Harga Oscar dikala itu juga ditaksir cuma sebesar 35 juta pounds.
simak juga berita terlengkap di www.beritaboladunia.net
Seperti pula dikala Chelsea memasarkan Ramires ke klub Tiongkok lainnya, Jiangsu Suning. Chelsea menerima dana hampir 30 juta pounds untuk mantan pemain Cruzeiro hal yang demikian. Meskipun, Jiangsu bisa menerima Ramires dengan harga lima juta lebih murah.
Tidak berhenti di situ, pesona wanita cantik asal Rusia hal yang demikian cakap meluluhkan Everton dan PSG. The Toffees dipaksa membayar 35 juta pounds untuk Romelu Lukaku, meskipun Les Parisiens menyerahkan uang 50 juta pounds untuk David Luiz.
Terakhir, pada 1 Juli silam, Chelsea meraup untung besar dikala melepas Nathan Ake dan Asmir Begovic ke Bournemouth. Ake pun menjadi rekor pembelian termahal Bournemouth sepanjang sejarah. Pemain berusia 22 tahun hal yang demikian dilepas dengan harga 20 juta pounds, sementara Begovic dibanderol 10 juta pounds.
Harga Ake terang terlalu tinggi untuk ukuran pemain yang cuma tampil dua kali sepanjang musim tanpa ada gol yang dicetak. Begitupun dengan Begovic yang selalu kemasukan dalam dua pertandingan di musim terakhirnya bersama Chelsea.
Sekarang, kelihaian Granovskaia kembali dinantikan dalam cara kerja transfer Nemanja Matic. Apabila sukses memasarkan gelandang bertahan itu dengan harga di atas 40 juta pounds, tangan kanan Roman Abramovic hal yang demikian akan semakin menegaskan dirinya sebagai ratu perundingan di Premier League.
Penampilan N’Golo Kante di lini tengah Premier League dalam dua musim
Indonesia – Penampilan N’Golo Kante di lini tengah Premier League dalam dua musim terakhir memang sungguh-sungguh impresif. Dia adalah pemain terbaik Premier League musim lalu. Kante dikenal sebagai penguasa lini tengah Premier League dengan menjadi pemotong bola lawan yang berharap masuk ke zona pertahanan timnya.
Berkat performa apik hal yang demikian, dia berhasil merengkuh gelar Premier League selama dua musim beruntun dengan dua tim berbeda. Tetapi bukan Kante yang hakekatnya menjadi raja pemotong bola di Liga Inggris.
Berdasarkan data semenjak 2014-15 yang dirilis Squawka, Kante tak berada di posisi teratas dalam hal memotong umpan. Justru Victor Wanyama yang berada di posisi puncak dengan 211 kali interception. Jumlah hal yang demikian didapatkan dari 98 perlombaan bersama Southampton dan Tottenham Hotspur.
Bukan cuma Wanyama yang mengungguli Kante. Idrissa Gueye pun terbukti lebih bagus dari penggawa timnas Prancis hal yang demikian. Gueye berhasil mencatatkan 208 intercept dari 68 perlombaan.
Kante cuma menempati posisi ketiga dengan 206 intercept dalam 72 perlombaan Premier League bersama Chelsea dan Leicester City
Terakhir, di peringkat ke-4 ada rekan Kante di Chelsea, Nemanja Matic. Pemain asal Serbia itu turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lini pertahanan Chelsea dengan 201 interception. Jumlah hal yang demikian dia raih dari 68 perlombaan selama dua musim terakhir.
Sekiranya melihat dari jumlah musim yang dijalani, hakekatnya Gueye-lah raja interception Premier League semenjak musim 2014-15. Pasalnya, Gueye baru mendarat di Inggris pada musim 2015-16. Sementara Wanyama telah memasuki musim keduanya dikala Gueye datang dari Lille ke Aston Villa dengan dana 9 juta pounds.
Berkat performa apik hal yang demikian, dia berhasil merengkuh gelar Premier League selama dua musim beruntun dengan dua tim berbeda. Tetapi bukan Kante yang hakekatnya menjadi raja pemotong bola di Liga Inggris.
Berdasarkan data semenjak 2014-15 yang dirilis Squawka, Kante tak berada di posisi teratas dalam hal memotong umpan. Justru Victor Wanyama yang berada di posisi puncak dengan 211 kali interception. Jumlah hal yang demikian didapatkan dari 98 perlombaan bersama Southampton dan Tottenham Hotspur.
Bukan cuma Wanyama yang mengungguli Kante. Idrissa Gueye pun terbukti lebih bagus dari penggawa timnas Prancis hal yang demikian. Gueye berhasil mencatatkan 208 intercept dari 68 perlombaan.
Kante cuma menempati posisi ketiga dengan 206 intercept dalam 72 perlombaan Premier League bersama Chelsea dan Leicester City
Terakhir, di peringkat ke-4 ada rekan Kante di Chelsea, Nemanja Matic. Pemain asal Serbia itu turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lini pertahanan Chelsea dengan 201 interception. Jumlah hal yang demikian dia raih dari 68 perlombaan selama dua musim terakhir.
Sekiranya melihat dari jumlah musim yang dijalani, hakekatnya Gueye-lah raja interception Premier League semenjak musim 2014-15. Pasalnya, Gueye baru mendarat di Inggris pada musim 2015-16. Sementara Wanyama telah memasuki musim keduanya dikala Gueye datang dari Lille ke Aston Villa dengan dana 9 juta pounds.
Subscribe to:
Posts (Atom)